Feeds:
Tulisan
Komentar

Roy Suryo, by Rob Baiton

http://therabexperience.blogspot.com/2009/10/roy-suryo.html

Roy Suryo…


Perhaps it is only fair to give the man his full title, Kanjeng Raden Mas Temenggung Roy Suryo Notodiprojo or KRMT Roy Suryo. After all, if you have a royal sounding title you have probably earned it. Roy Suryo, as he is known to his mates, is a self-proclaimed and self-taught expert on telematics. If you do not believe him, then you should just ask him.

The man is never short of a comment, and funnily enough is pretty regularly called in to pass expert commentary. Some of his better performances have been to equate bloggers and hackers as being one of the same. As a witness for the prosecution in the ongoing Prita Mulyasari dispute he offered up in his expert testimony, allegedly, that Prita intended to distribute the email because she sent it to all her friends, and did not CC or BCC the email. Therefore, this was sufficient to prove that the intent to defame had been made out.

He is close to the President, and has in fact speared the president and the president’s party for large sums of cash to set up a website.

But, even more interesting is that this fellow is the master manipulator and promoter of an image, his own. So, the idea that he was seriously being considered for the position of Minister of Communication and Information should be taken with a grain of salt. It would have been a bad choice because he would have come to the position with a good number of Indonesian citizens questioning his expertise, his skills, and his ability to perform the role.

However, for his part, Roy Suryo contacted the press to let them know that he was OK with the president’s choice not to appoint him to the ministerial role. Yet, at the same time as saying that he understood the president’s choice, he was going on the offensive and after the person that is expected to get the nod for the ministerial slot, Tifatul Sembiring.

Sembiring has been outed as a polygamist. Although, polygamy is discouraged, it is not illegal. Provided that it is done in a manner that conforms to the prevailing laws and regulations then it is legal. Nevertheless, Roy took the opportunity to openly question whether Sembiring’s polygamy would impact on his ability to do his job as the Minister of Communication and Information. I would have figured that communication and information would have had to be something that Sembiring was good at with two wives.

Seriously though, here is a fella that cannot distinguish between bloggers and hackers wondering out loud whether polygamy is going to be a hindrance to Sembiring in doing his job. Seems a little on the rich side for me.

It is worth noting that in all the high profile cases of late that Roy Suryo has appeared for the prosecution, there has been a vigorous defense put on highlighting the fact that Roy Suryo’s standards as a telematic expert or in the field of digital forensic science are lacking. This is particular so in the case of Ananda Mikola and Marcella Zalianty.

I am not an expert on telematics or technology in a general sense. However, I would be concerned if I was an Indonesian and the idea of making this bloke the minister was in fact real. He really has not shown over the years to be up to the job.

That is not to say that Sembiring has shown himself to be up to the job either. But, his practice of polygamy is not a key indicator in his job performance or ability to do the job, is it?

hacking the WDTV

wdtv
WDTV adalah sebuah media player buatan Western Digital. salah satu keunggulan dari WDTV ini adalah murah (USD 99 di negara asalnya, sekitar 1.25 juta rupiah di situs rakitan.com (entah mengapa WDTV ini ditaruh dalam daftar harga HDD 3.5”):
harga-wdtv
dengan harga semurah itu, WDTV ini bisa memainkan file MKV 1080p, alias Full HD. konektor yang tersedia adalah Composite dan HDMI. kekurangannya adalah belum bisa melakukan decoding audio DTS, hanya bisa passthrough atau dengan script mkvdts2ac3, menambahkan track AC3 ke dalam MKV tersebut. kekurangan lain yang tampak jelas dibandingkan dengan NMT, Networked Media Tank adalah tidak adanya koneksi ke jaringan lokal.

untunglah banyak bermunculan hack firmware WDTV di internet yang bisa mengatasi kekurangan tidak bisa terkoneksi ke jaringan lokal, dan yang sudah saya coba adalah WDLXTV. setelah mengunduh firmware WDLXTV, saya juga mengunduh tambahan aplikasi:

  • NFS plugin, agar bisa terkoneksi ke shared NFS dari media server (saya tidak memilih samba karena relatif berat dan lambat)
  • pureftpd plugin, agar bisa transfer file langsung ke WDTV
  • dropbear SSH plugin, agar bisa melakukan SSH ke WDTV

hal berikutnya adalah mencari USB Ethernet, dan kebetulan rakitan.com menjualnya juga dengan harga murah, 65 ribu rupiah:
harga-usb-to-ethernet

chip yang dipergunakan pada USB murah meriah tersebut kebanyakan adalah MCS7830, yang memang sudah didukung oleh WDLXTV ini. untuk memastikannya, coba saja ditancapkan dulu ke sebuah linux box dan ketikkan perintah lsusb, nanti akan ditampilkan chip yang dipergunakan.
usb-to-ethernet

langkah berikutnya adalah melakukan flashing firmware WDLXTV ini, caranya cukup mudah, unzip semua file firmware tadi ke dalam USB drive yang biasa dipergunakan untuk WDTV ini, nanti akan muncul menu untuk menawarkan update firmware, ikuti saja terus (hati-hati jangan sampai di tengah proses terjadi mati listrik). plugin-plugin di atas bisa sekalian ditaruh ke dalam USB drive tadi. jika prosesnya lancar, maka WDTV akan terupdate menjadi WDLXTV.

matikan lagi WDTV (tidak cukup mematikan dengan remote, harus cold reset alias mencabut power dari WDTV), tancapkan USB Ethernet-nya dan sambungkan ke jaringan lokal yang sudah ada DHCP servernya. untuk troubleshooting, lihat log dari server DHCP, apakah ada permintaan alokasi IP dari WDTV ini. selain itu, ini juga satu-satunya cara untuk mengetahui IP yang didapatkan oleh WDTV. jika berhasil mendapatkan IP, kita bisa konek ke WDTV via jaringan. proses booting WDLXTV akan menjadi relatif lebih lama ketimbang WDTV versi normal, bisa memakan waktu 1 sampai 2 menitan, jadi silakan bersabar dulu.

misalnya WDTV mendapatkan IP 192.168.0.123, lakukan telnet 192.168.0.123, user root dan password-nya kosong. segera ganti password anda, dan untuk sesi berikutnya jika sudah ditambahkan dropbear SSH, kita bisa melakukan SSH ke WDTV.
ssh-wdtv

saya memakai file server ubuntu jaunty di rumah. berdasarkan forum WDTV, tampaknya yang paling efisien untuk transfer file di jaringan bagi WDTV ini adalah NFS. samba sebenarnya juga bisa, namun saya setelah coba sendiri memutar film 1080p, dengan menggunakan samba rada keteteran untuk adegan aksi yang cepat, sementara jika menggunakan NFS, WDTV bisa memutarnya dengan mulus. silakan setting NFS sesuai dengan petunjuk di help.ubuntu.com ini.

setelah selesai setting NFS server, silakan sunting file net.mounts untuk menambahkan NFS share mana saja yang akan diakses oleh WDTV. file ini bisa ditaruh di dalam USB drive yang nanti ditancapkan ke WDTV, atau ditaruh secara permanen di flash memory WDTV di dalam folder /conf (menggunakan plugin pureftpd tadi).

agar bisa menampilkan share ini di WDTV, ubah setting WDTV agar Media Library = On (seharusnya tidak perlu, tapi saya belum mencobanya kembali), lalu masuk ke menu View Folders, nanti seharusnya muncul share yang sudah didefinisikan dalam net.mounts. selamat, sekarang anda bisa memutar langsung file yang ada di dalam jaringan melalui WDTV ini! :)

sekedar catatan, firmware WDLXTV ini masih belum terlalu stabil. untuk menjaga kestabilannya, saat ingin berhenti memutar film, yakinkan untuk menekan tombol STOP di remote (pada firmware normal, biasanya kita bisa menekan tombol BACK untuk kembali ke menu, namun jika ini dilakukan pada WDLXTV saat memutar film, biasanya sistem menjadi tidak stabil). kemudian, USB drive yang berisi file-file plugin tadi tidak bisa dicopot selama WDTV teraliri listrik (bukan sekedar OFF dari remote). saran dari saya adalah carilah USB drive terkecil (baik fisik maupun ukuran besar memorinya) yang nanti akan terus menempel selamanya di WDTV ini. kemudian, jika WDLXTV ini menjadi tidak stabil, satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan cold reset (mencopot aliran listrik dari WDTV).

untuk menguji kecepatan USB Ethernet 10/100 murahan yang saya pakai, saya melakukan ini:

# time cat revenge-of-the-nerds.avi > /dev/null
real	2m 26.73s
user	0m 0.50s
sys	1m 28.73s
# ls -al revenge-of-the-nerds.avi
-rwxrwxrwx    1 default  default 735094784 Feb 16 05:39 revenge-of-the-nerds.avi

dari hasil di atas, bisa dilihat kecepatan transfernya adalah sekitar 38.22 Mbps atau 4.77 MB/detik, masih cukup cepat untuk memutar file MKV 1080p. saya sudah berencana mencoba menggunakan Belkin Gigabit Ethernet USB, mungkin bisa mencapai kecepatan transfer yang lebih tinggi lagi. sayangnya gigabit switch yang saya pergunakan, TP-LINK SG1008 ternyata tidak mendukung jumbo frames (MTU = 9000). saran saya, jika ingin membeli gigabit switch, cari yang sudah mendukung jumbo frames (misalnya TP-LINK SG1008D, ini versi desktop yang lebih baru ketimbang versi rak milik saya tadi) agar kecepatan transfer bisa jauh lebih besar.

LaCie NAS (Network Attached Storage) adalah semacam komputer kecil dengan hardisk besar yang difungsikan sebagai file server. Sayangnya akses kontrol ke omputer hanya bisa lewat web based interface (panel) yang menurut penulis sangat membatasi fitur sebenarnya.

Karena sebetulnya device LaCie ini dibangun dengan OS Linux, sangat memungkinkan untuk diinstall Telnet Server untuk menggantikan web based panel tersebut.

Kebetulan minggu lalu saya membeli LaCie Disk Mini. Setelah dua kali reset ulang, percobaan peretasan yang ketiga saya tuliskan di sini.

Untuk bisa menginstall Telnet Server, diperlukan akses command ke system yang bisa diberikan oleh bash script “webshell”


#!/bin/sh

echo "Content-type: text/plain"
echo ""
echo $QUERY_STRING
eval $QUERY_STRING

script ini perlu kita salin ke dalam hardisk LaCie sehingga bisa diakses dengan url:
http://192.168.10.10/cgi-bin/admin/webshell?echo “hello universe”
Lanjut Baca »

Best Bets, in Alphabetical Order

101 Undiscovered Freebies, in Alphabetical Order

sumber:
PCWORLD

Parkir Gratis di Jektet

Sebelumnya, parkiran gratis (tanpa jadi konco tukang parkir) bisa dilakukan dengan parkir di Mesjid belakang atau Gereja belakang, tapi sekarang, anda bisa menikmati secure parking -yangtidaksecure- secara gratis dan cuma-cuma. Udah sejak beberapa minggu sih, cuman potonya lupa nyempil dimana, baru aja ketemu.

jakhack

1. Bawa 2 plat nomer, dan jangan lupa STNKnya.

2. Parkir bedua temen, pas pulang, tukeran karcis.

3. Parkir lagi bedua temen, pas pulang, tukeran plat nomer sama STNK.

4. Tuker plat nomer anda dengan plat nomer kendaraan lain yang terdekat, dan ubah STNK anda.

Proof Of Concept? Kapan kita ke starbak? :P

pwn3d

Setelah berhasil menyelundupkan diri di acara Pemutaran Perdana Evangelion 1.0-nya Inaff dengan tiket Tales From Other-samtinggitudeh yang didapet setengah harga sembari menyamar jadi otaku…

Saya kembali berhasil menyelundupkan diri dengan menyamar jadi blogger di acara Pesta Blogger 2008. Secara nggak bayar, dapet tag peserta hibahan, nyerobot kupon makan, saya nggak punya kawos asli. Untungnya kawos PestaDuren 2008 dari Penguasa dunia persilatan blog Indonesia berhasil sedikit menyamarkan penyelundupan saya. Rada gerah juga secara kawosnya didobel sama baju hitam tempur saya (Iya, yang bolong-bolong itu!)

Oh, dan karna masuk saja belum cukup, nggak enak dong kalau saya nggak bisa tampil di layar 4 buah yang segede gundam di lobi BPPT itu. Tengs atas penampilan Mayla (eh, bener kan nulisnya?) yang memberikan saya kesempatan untuk membajak itu layar. hohohohohoohohooo!

die-bloggers!
die-bloggers!
sebenernya rada risi juga nyebarin ini tapi setelah dipablis kiri-kanan sama kang Jay sebodo dah!

Cukup disayangkan yang ketangkep cuman dua, sedangkan aksi panggung saya terdiri dari empat sesi: lambai-lambai, lambai-lambai lagi, SkyWalk (terdokumentasi), dan SwanSpin. Ah, sebodo. Yang penting r0xx d00d.

Saya tergelitik dengan iklan PD di media massa. Di sana disebutkan bahwa utang tak lagi menggerogoti indonesia karena utang Indonesia ke IMF telah lunas. Sayangnya tidak disebutkan berapa total sisa utang Luar Negeri Indonesia saat ini.

Perlu diketahui, IMF itu cuma SALAH SATU tempat indonesia berutang.
Mari kita intip website DIRJEN PENGELOLAAN UTANG

http://www.dmo.or.id/content.php?section=46
Posisi Pinjaman Luar Negeri Pemerintah per September 2008 adalah = 61.98 milyar USD.

Konversi angka lewat google:
61.98 billion U.S. dollars = 607.647059 trillion Indonesian rupiahs

Mari kita intip sumber lainnya:
http://id.wikipedia.org/wiki/Posisi_utang_luar_negeri_Indonesia

cuplikan:
Pada tahun 2006, pemerintah Indonesia melakukan pelunasan utang kepada IMF. Pelunasan sebesar 3,181,742,918 dolar AS merupakan sisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010.

Konversi angka lewat google:
3 181 742 918 U.S. dollars = 31.193558 trillion Indonesian rupiahs

Maka, kalau boleh dibandingkan angka utang IMF yang lunas (31 trilyun) dibanding total utang luar negeri Indonesia saat ini (607 trilyun) didapat kisaran angka 5 %

Jadi, baru 5 % utang luar negeri Indonesia yang lunas.
Kalau dalam 1 masa jabatan presiden utang lunas 5 % maka perlu 20 kali masa jabatan untuk melunasi semuanya. Tentunya dengan asumsi tidak menambah utang baru.

Tidak percaya? Cek saja lewat teknologi informasi.

tentang rasa

my dearest hacker,

Dimanakah letaknya rasa itu?

Setiap kali aku berada di depan komputerku, aku selalu melakukan hal yang nyaris sama setiap hari. Mengaktifkan browser, membuka satu halaman untuk masuk ke dalam ruang penyimpanan surat-surat maya-ku. Memasukkan kata sandi, membaca belasan dari puluhan atau bahkan ratusan surat yang ada disana, mengirim balasan, begitu berulang-ulang. Atau aku akan membuka halaman pencari, memasukkan kata kunci, lalu meneliti diantara deretan halaman yang disarankan padaku, mana diantaranya yang akan bisa memuaskan rasa ingin tahuku, menjawab pertanyaanku, atau bahkan menyeretku menuju teka-teki baru.

Tapi semuanya tanpa rasa.

Rangkaian proses itu adalah hanya sesuatu yang terjadinya berurutan dalam ketepatan yang mengerikan. Aku harus memasukkan kata sandi yang benar, harus memasukkan kata kunci yang tepat, harus menekan tombol yang sesuai. Karena kalau tidak, hasilnya akan menjadi lain. Keharusan dan keteraturan yang dingin. Yang tidak menyisakan tempat untuk rasa.

Aku sering berharap benda-benda di sekitarku punya sensor untuk rasa. Jadi kalau hatiku sedang rusuh, tanpa diminta, komputerku bisa membawaku ke halaman-halaman yang bisa kubaca untuk meringankan rasa hati. Kalau aku sedang tergesa, kunci motorku bisa melayang lalu memasukkan dirinya ke tempatnya sehingga motorku bisa menghidupkan dirinya sendiri, kemudian siap membawaku ke tempat yang ingin kutuju, segera.

Tapi mungkin keinginan itu hanya bisa jadi keinginan saja. Karena bahkan seringkali aku tidak bisa menerjemahkan rasa. Rasa yang mencabik-cabik ini sedang menanggapi apa? Rasa bahwa sesuatu tengah beringsut pergi ini apa yang memicunya. Rasa tak berdaya, rasa tak mampu berkata-kata, rasa diantara ada dan tiada, serasa tak bermakna.

Dapatkah kamu memberiku pemindai rasa?

Penulis: Eko Ramaditya Adikara – detikinet

[Image]
USB (tmcnet.com)

Jakarta – Pembaca, saat ini, keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.

Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk “merampingkan” produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.

Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.

Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.

Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?

Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.

“Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!” Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.

Yang Harus Disiapkan:

1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do’a dan keberanian!

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.

2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.

3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.

4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.

5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.

6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.

7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.

8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.

9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.

10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.

Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.

Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba…!

Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.

Idiom Agitatif

Sang pakar menulis sms yang kemudian serta merta dilansir oleh okezone:

“Disadari atau tidak oleh mereka, penggunaan idiom agitatif ‘jangan kutip…’ saat mendeface situs Depkominfo kemarin makin menunjukkan ada relasi hacker, cracker, dan (sebagian) blogger,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Rabu (16/4/2008).

Idiom agitatif?

Coba bandingkan dengan istilah-istilah dari sang pakar sendiri:
blogger negatif
blogger vokal
blogger dan hacker mendalangi perusakan situs depkominfo
tukang kebun
kepentingan ekonomi
(go)blog

Apa idiom-idiom ybs nggak kurang agitatif juga tuh?

Sayangnya, okezone adalah penganut paradigma lama nan basi, tidak menyediakan tempat buat pembaca untuk berinteraksi dengan komentar.

Plus, okezone sama sekali belum menganut pemberitaan berimbang. Tidak berusaha mencari both side of a story sebelum menurunkan berita.

Tulisan Sebelumnya »